REVIEW BUKU : QUATER-LIFE CRISIS




IDENTITAS BUKU
Judul buku : Quarter Life Crisis
Penulis : Gerhana Nurhayati Putri
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit : Cetakan pertama, 2019
Jumlah halaman : x+102
Nomor ISBN : 978-623-00-0906-8
Harga : Rp 75.000


CEMAS & BINGUNG SAMA MASA DEPAN?
BINGUNG MEMILIH KARIER?
IDEALIS ATAU REALITA?
HABIS LULUS MAU NGAPAIN?
MILIH PASANGAN YANG COCOK?


IKHTISAR
Buku self-improvement, quarter-life crisis merupakan buku mengenai kegalauan yang terjadi pada fase peralihan remaja menuju dewasa sekitar usia 20-an. Rasa bingung, cemas, khawatir, ragu, takut gagal, dan tidak sesuai ekspektasi muncul diakibatkan oleh mental yang belum siap untuk menghadapi masa depan disertai dengan banyaknya tuntutan. Ada dua faktor yang menyebabkan quarter-life crisis yaitu berasal dari dalam diri dan luar diri. Faktor dari dalam diri, yaitu mengenai indentitas diri. Bila kita tidak mengenali indentitas diri, kita akan kesulitan untuk mementukan pilihan yang cocok untuk masa depan. “Siapa aku sebenarnya?”, “Apa potensiku?”, “Apa yang aku sukai?”. Faktor dari luar yaitu keluarga dan social clock. “Umur berapa?”, “Kapan nikah?”, “Kenapa tidak kerja di sana saja?, gajinya besar lho!”. Niat meraka mungkin baik dan peduli pada kita, namun hal seperti itu dapat membuat kita merasa terbebani. Kita akan terus merenungkan dan memikirkan hal tersebut sehingga kita menjadi stress. Padahal setiap orang memiliki jalannya tersendiri, bukan?.
Masalah yang sering dihadapi adalah masalah karier (work life) dan percintaan (love life). Masalah karier (work life)  muncul ketika kita lulus kuliah. Kita akan bekerja atau melanjutkan pendidikan. “Sudah lulus kerja di mana, ya?”. Kegalauan untuk mencari pekerjaan sesuai jurusan atau mengikuti passion. Idealis atau realistis. Kita akan berpikir karier apa yang cocok untuk kita. Ketika orang-orang sekitar bertanya mengenai pekerjaan, tetapi kita masih menganggur. Itu akan membuat kita semakin tertekan. Masalah percintaan (love life), semakin dewasa kita akan berpikir mengenai pasangan seperti apa yang cocok untuk kita. Kecocokan dalam komunikasi. Kecocokan dalam tujuan dan pandangan hidup. Intinya sefrekuensi.
Oleh karena itu, untuk mengatasi quarter-life crisis kita perlu mengetahui indentitas diri atau jati diri kita. Kita harus mengeksplorasi diri. Sehingga kita akan mengetahui kelebihan, kekurangan,  passion, dan pasangan seperti apa yang kita butuhkan. Setelah mengetahui hal tersebut kita mulai menyusun strategi dan tujuan yang akan dicapai di masa depan mengenai karier dan percintaan. Jangan takut! Bila gagal kita coba lagi! Selain itu, jangan lupa untuk berdoa karena manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang berkehendak serta ceritakan masalahmu pada orang terdekat bila diperlukan.


ALASAN BACA
Alasanku membaca buku ini karena kondisiku yang sedang tidak baik. Overthinking, memikirkan hal yang belum terjadi, yaitu masa depanku. Khawatir. Aku iseng mencari buku mengenai masalahku ini dan mendapatkan buku Quarter-life Crisis! Seperempat abad umur, meski aku belum berusia 25 tahun.


PENDAPAT
Buku ini memberikan manfaat dan hal positif padaku. Banyak perubahan terutama ketika mengisi halaman mengenai “passion-mu”. Aku sangat bingung untuk mengisinya. Aku merenung dan berpikir. “Apa yang sering aku lakukan?”. Menulis!. Kebiasaanku yang telah lama mati dan aku coba bangkitkan kembali. Setelah membaca buku ini,  aku mulai membeli buku self-improvement lain dan novel. Akhirnya aku melakukan hal yang bermanfaat pada saat weekend selain membaca komik. Membaca komik bukan aktivitas yang tidak bermanfaat kok, namun aku terlalu sering melakukan itu hahahahaha. Aku merasa seperti orang yang lebih baik dari hari sebelumnya. Bersyukur.
Teknik penulisan buku pun mudah dimengerti meski ada beberapa kata yang salah ketik. Aku sangat menikmati buku ini sehingga tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Buku ini dilengkapi dengan gambar sehingga mataku selalu segar. Desain sampulnya juga bagus sekali. Berkat buku ini, aku semangat sekali untuk mengeksplorasi lebih diriku. Menggali. Menggali. Menggali terus.


KUTIPAN FAVORIT
Di bawah ini merupakan kutipan-kutipan favoritku,
“Take every chances life will give you. You will find yourself along the road you be through” (Yutilius Steven, M.Psi, hlm. v) 
“Eveything in life happens according to our time, our clock. Don’t let anyone rush you with their timelines”(Jay Shetty, hlm. 27)
“Anxiety’s like a rocking chair. It gives you something to do, but it doesn’t get you very far” (Jodi Picoult, hlm. 53)
Masih banyak sih kutipan-kutipan yang bagus dari buku ini.


KESIMPULAN
Buku ini sangat cocok untuk kamu yang merasa galau mengenai masa depan. Buku ini juga merubah pandanganku. Recommended bgt deh!. Cocok untuk usia +18 tahun. Penilaianku terhadap buku ini 4.7/5. Harga buku Rp 75.000. Beli di grobmart sedang diskon 25-30%.



Comments

Popular Posts